Gedung Utama SMA 2 Kudus

"Presensi sidik jari ini baru dimulai awal Februari 2011 untuk siswa, guru, dan karyawan," kata Kepala SMA 2 Kudus, M. Zainuri, usai peresmian gedung baru kelas unggulan SMA 2 Kudus dan "smart academic"

Kegiatan Belajar Mengajar

Guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan alat-alat dan sumber-sumber digital untuk membantu siswa agar mencapai standar akademik.

Kegiatan praktik pada laboraturium kimia

sebelum mulai melakukan praktikum di laboratorium, praktikan harus mengenal dan memahami cara penggunaan semua peralatan dasar yang biasa digunakan dalam laboratorium kimia serta menerapkan di laboratorium

Suasana santai bersama si-kecil

Seharian beraktifitas dalam bekerja, saya pasti menyempatkan untuk membagi waktu dengan keluarga. Bermain dengan anak sekaligus bertukar informasi dengan istri tercinta

Suasana kegiatan praktek pada laboraturium komputer

Pada komputer yang digunakan guru untuk mengajar dilengkapi dengan program yang bisa mengontrol seluruh komputer yang digunakan siswa. Guru bisa memonitor langsung dari komputernya secara real time tanpa harus berjalan-jalan menghampiri siswa satu persatu.

Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Desember 2010

URGENSI PERGANTIAN KURIKULUM


Sebelum dibahas seberapa uergenkah pergantian kurikulum, perlu diketajui terlebih dahulu apa iyu kurikulum. J.Wiles dan J. Bondi menyebutkan “…The curriculum is a goal or a set of values, which are activated through a development for students. The degree to which those experiences are a true representation of the envisioned goal or goals is a direct function of the effectiveness of the curriculum development efforts. (Kurikulum ialah seperangkat nilai-nilai, yang digerakkan melalui suatu pengembangan proses kulminasi dalam pengalaman-pengalaman di kelas untuk murid-murid. Tingkat terhadap pengalaman tersebut merupakan suatu representasi yang benar terhadap cita-cita yang diimpikan ialah suatu fungsi langsung daripada efektivitas dari usaha-usaha pengembangan kurikulum)

Salah satu yang sering dikeluhkan saat ini oleh masyarakat dunia usaha selaku konsumen utama dunia usaha adalah ketidaksiapan lulusan dunia pendidikan untuk bersaing memasuki dunia kerja. Karena pendidikan di Indonesia masih banyak yang terpaku pada teori, banyak perbedaan yang muncul yang akan ditemui ketika berada di dunia usaha, bahkan termasuk dunia pendidikan itu sendiri sebagai konsumen alumni pendidikan keguruan.

Perubahan yang sangat cepat di bidang social, ekonomi, budaya, dan teknologi, telah membuat dunia pendidikan semakin tertinggal jauh di belakang. Pemerintah selaku penanggung jawab utama dunia pendidikan di Indonesia sepertinya menggunakan perubahan kurikulum sebagai alat untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Ironisnya, perubahan kurikulum tersebut menjadi tidak ada artinya ketika dunia pendidikan itu sendiri sebenarnya belum siapa dengan perubahan tersebut. Menjadi lebih ironis lagi apabila tenyata perubahan yang ada ternyata tidak mempercepat langkah untuk mengejar ketertinggalan, tetapi hanya berputar di tempat yang malah menghabiskan energi saja.

Untuk melakukan perbaikan system pendidikan jangka panjang, perlu dilakukan pengkajian kembali terhadap kurikulum untuk meningkatkan relevansi antar proses pembelajaran dan tujuan pembelajaran, sehingga para lulusan sekolah benar-benar mempunyai kualifikasi yang diharapkan dan kreatif sehingga tidak hanya menjadi pencari kerja, serta tanggap terhadap perubahan yang sangat cepat di bidang social, ekonomi, budaya, dan teknologi sehingga mampu menjadi pembuat peluang kerja.

Seberapa pentingkah perubahan kurikulum di Indonesia???

Jawaban dari pertanyaan di atas bukan sekedar penting atau tidak penting, tetapi bagaimana perubahan yang diperlukan dan tidak diperlukan bias diurai terlebih dahulu dengan jernih. Tidak semua perubahan dibutuhkan oleh dunia pendidikan, palig tidak untuk jangka waktu tertentu, karena ada beberapa hal yang tidak akan berubah dalam sekejap mata, seperti sejarah, matematika, etika, dan lain-lain. Sejarah adalah yang terjadi di masa lalu, dan hanya perisiwa yang pantas dikenang saja yang patut dipelajari dalam sejarah, oleh karena itu adalah tidak mungkin jika materi pendidikan sejarah harus berubah dalam jangka waktu 5 atau 10 tahun. Begitu juga dengan subjek ajar yang lain. Bahkan jika ada perubahan, hal tersebut belum tentu cukup untuk menjadi alasan untuk mengadakan perubahan kurikulum.

Memang ilmu pengetahuan selalu berkembang, kejadian yang fenomenal dan mengguncangkan dunia juga selalu muncul, penemuan-penemuan baru selalu ada, tetapi hal tersebut tidaklah langsung menafikan hal-hal atau pengetahuan lama. Ketika muncul sesuatu yang baru, bukan berari yang lama adalah tidak benar atau tidak berguna sama sekali, sehingga perlu dicoret dari buku. Yang dibutuhkan sekarang ini adalah kurikulum yang mampu mempersiapkan peserta didik agar mereka siap menghadapi perubahan ketika mereka menyelesaikan pendidikannya dan mereka juga memiliki pengetahuan yang layak untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya atau ketika memasuki dunia kerja atau mampu membuat anak siap menghadapi kenyataan ketika ternyata tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.

Ada semacam euphoria di sekolah tertentu ata di kalangan pejabat pendidikan, jika ada perubahan kurikulum atau kebijakan baru jika mereka “mampu” mengikutinya, seolah-olah sudah hebat jika langsung mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kebijakan, padahal sebenarnya belum mampu. Ketika KBK diluncurkan, banyak pejabat pendidikan di daerah dan sekolah yang menerapkannya, padahl sebenarnya belum siap, tetapi mengaku siap. Padahal sebenarnya yang menerapkan KBK seharusnya hanya sekolah-sekolah yag menjadi piloting project saja. Akibatnya, ketika KBK tidak jadi disahkan, dan diganti dengamn KTSP, maka menjadi sia-sialah semua usaha penerapan KBK yang sudah terlanjut dipaksakan, dan sekolah-sekolah pun harus kembali ribut untuk mempersiapkan diri menyambut KTSP (http://zulkarnaindiran.wordpress.com).

Akan tetapi, kurikulum yang bagus dan mampu mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi perubahan, jika memang kita mempunyai, akan menjadi tidak artinya jika ternyata para pengajarnya ternyata juga belum memahami kurikulum tersebut dan “enggan” untuk menghadapi perubahan yang ada.

Ada dua tipe pengajar yang “enggan” untuk menghadapi perubahan. Pertama, mereka yang benar-benar enggan menerima kenyataan bahwa telah terjadi perubahan fenomena dan bahwa ilmu pengetahuna itu terus berkembang, tidak statis. Mereka percaya bahwa pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki sudah lebih dari cukup, sehingga menurut mereka, pengetahuan dan pengalaman baru yang berasal dari sumber informasi yang laik tidak penting untuk dipelajari peserta didik. Dengan kata lain, mereka termasuk orang yang tidak mau belajar atau mempunyai penyakit “kecongkakan” ilmiah, karena mereka memaksakan pengetahuan mereka kepada orang tanpa mau memasukkan pengetahuan baru dari orang lain.

Satu contoh dari tipe ini, adalah kisah nyata yang terjadi beberapa tahun lalu ketika saya masih duduk di bangku SMP. Seorang guru di kelas mengatakan, dan memang di buku paket adalah demikian juga dikatakan bahwa Turki adalah negara Asia Barat. Beberapa teman yang suka sepakbola tahu bahwa Turki merupakan salah satu peserta liga sepakbola di eropa, bukan asia lantas meminta saya untuk menyampaikan hal tersebut kepada guru. Ternyata guru tersebut menyalahkan kami karena yang kami utarakan bertentangan dengan buku pegangan. Beliau bersikukuh bahwa Turki adalah negara Asia. Memang kalau mau dilihat di peta, secara geografis sebagian besar wilayah Turki terletak di asia, akan tetapi sebagian wilyahnya adalah terletak eropa adalah suatu fakta, bahkan kota istambul (sebelumnya bernama Constantinople, ibukota kerajaan Byzantium atau Romawi Timur) terletak di perbatasan ( secara geografis) benua asia dan eropa.

Factor selain unsur geografi juga harus diperhatikan, karena ternyata Turki lebih banyak merasa sebagai bagian dari Eropa daripada Asia. Turki dahulu merupakan Negara yang pernah dijuluki sebagai The Sick Man of Europe, Turki juga berusaha agar diterima sebagai anggota European Union (persekutuan negara-negara Eropa), bahkan Turki juga merupakan anggota NATO (North Atlantic Treaty Organization: Pakta Pertahanan Atlantik Utara, suatu pakta pertahanan negara-negara barat). Jadi, unsur geografis menjadi kurang berarti apabila kita membandingkannya dengan unsur-unsur yang lain seperti di atas, terlebih lagi dalam dunia yang semakin mengglobal dengan teknologi yang semakin canggih seperti sekarang ini, sekat-sekat geografis menjadi tidak berarti karena tingginya tingkat interaksi antar negara (global village). Hal tersebutlah yang semestinya diperhatikan guru kami selaku seorang pengajar. Dan saya sendiri yakin bahwa masih banyak orang yang memiliki paradigma yang sama seperti ini, enggan menganalisa suatu informasi meskipun dengan sederhana dan mempercayakan sepenuhnya semua informasi dari buku yang digunakan sebagai buku pegangan. Perkembangan informasi memang sesuatu yang layak dikuti oleh para pengajar di era informasi teknologi seperti sekarang ini.

Tipe kedua adalah mereka yang enggan karena tidak mampu untuk mengikuti cepatnya perputaran dunia informasi dan pengetahuan. Ada beberapa hal yang apat menyebabkan seseorang tidak mampu mengikuti perkembangan informasi, seperti usia, dan keterbatasan akses. Pengajar yang tinggal di kota akan lebih mudah berdaptasi dengan perubahan karena mereka memiliki akses informasi daripada pengajar yang berada di daerah. Memang masyarakat yang tinggal di kota memiliki kelebihan di bidang akses terhadap informasi, mengingat memang sebagian besar sumber informasi, pusat perputaran ekonomi, dan pusat pemerintahan memang terletak di wilayah perkotaan, meskipun dengan resiko mereka pulalah yang akan pertama kali mengahadapi segala macam bentuk perubahan social, ekonomi, politik, kebudayaan, pendidikan, dan sisi-sisi kehidupan yang lain. Beberapa teman kuliah yang sudah kembali ke kampung halaman dan kebetulan daerahnya berada di pedalaman, merasa terasing karena kehilangan banyak informasi, terutama karena keterbatasan akses internet di daerahnya. Bahkan banyak guru di daerah yang masih merasa asing dengan computer, seakan-akan computer adalah benda dari planet lain yang belum dikenal. Yang lebih lucu lagi, karena saking asingnya, “menyentuh keypad”nya saja takut, apalagi untuk membuka dan memanfaatkan beragam program yang ada. Guru yang sudah akrab dengan komputer pun belum dapat memaksimalkan penggunaannya, sebatas untuk mengumpulkan dan mengolah (baca:mengetik) nilai dan laporan saja, bukan untuk membuat suatu kresai yang akan mengembangkan skill-nya. Tidak heran apabila banyak guru yang meskipun masih terhitung masih muda tetapi belum tahu apa itu e-mail dan bagaimana cara menggunakannya, apalagi jejaring pertemanan seperti facebook, friendster, twitter dan lain-lain, padahal di perkotaan, jejaring seperti facebook saja sudah diikuti oleh anak kelas 2 SD.

Begitu juga dengan pengajar yang masih muda, akan lebih mudah untuk menghadapi perubahan daripada pengajar yang sudah berusia lanjut dan memiliki keterbatasan fisik. Ada kisah nyata, ada seorang kandidat doctor menggunakan jasa pengetikan di rental untuk menyelesaikan disertasinya, termasuk jika melakukan revisi setelah konsultasi karena doctor tersebut masih asing dengan computer (gaptek). Hal tersebut menunjukkan bagaimana hilangnya efektifitas dan efisiensi hanya gara-gara ketidaksiapan dalam menghadapi perubahan. Apabila ada kandidat doctor yang belum siap dengan untuk menghadapi perubahan, lalu bagaimana dengan para guru yang notabene jenjang pendidikannya masih di bawah kandidat doctor.

Dalam suatu pelatihan bagi guru-guru, seorang penatar mengeluhkan bagaimana para guru, terutama yang sudah berumur, tertinggal dengan para murid-muridnya sendiri, padahal mereka masih duduk di bangku SD. Di jaman yang serba online seperti ini, anak-anak SD di perkotaan sudah terbiasa bermain game online dan facebook-an, sedang gurunya saja mengoperasikan computer saja masih grogi, apalagi berselancar di dunia maya. Terlepas dari baik-buruknya bermain game online atau facebook bagi anak-anak, tetapi hal ini secara tidak langsung telah memperlihatkan bahwa proses perubahan atau perkembangan fenomena sosial ternyata berbeda dengan proses pendidikan.

Pengajaran di lembaga sekolah formal, baik itu SD, SMP, SMA, atau bahkan perguruan tinggi ternyata belum cukup untuk disebut sebagai proses pendidikan yang seutuhnya, karena manusia yang berkualitas memang bukan orang mampu bersikap ilmiah di dunia pendidikan, tetapi tetapi mampu bersikap di tengah-tengah masyarakat umum yang biasanya seringkali bertindak ilmiah, dan adalah fakta informasi dan pengetahuan umum bisa didapatkan dari tempat manapun dan oleh siapapun, meski tanpa bersentuhan dengan jalur pendidikan formal secara langsung, karena banyak tokoh besar diberbagai bidang atau pengusaha yang sukses tetapi mereka tidak sukses di bidang pendidikan.

Selasa, 01 Juni 2010

berkomputer sehat

Berikut ini saya sertakan gambar dan sekaligus keterangan yang bagus buat anda tentang penggunaan komputer yang benar. 12 Tips Berkomputer sehat berikut mungkin kebanyakan tidak orang pedulikan, padahal ini sangat penting buat kesehatan anda dimasa yang akan datang. Posisi penggunaan komputer atau leptop anda sangat berpengaruh kepada kesehatan anda
Berikut gambar posisi duduk berkomputer yang benar dan sehat :.
Berikut keterangan gambar diatas :

1. Gunakan kursi yang secara dinamis dapat diatur tinggi-rendah dan senderan punggungnya.
2. Posisi monitor bagian paling atas setidaknya setinggi 5-8 cm di atas arah pandang mata.
3. Untuk menghindari efek silau dari layar monitor, bisa gunakan filter atau pelindung anti-silau.
4. Duduklah dengan jarak sekitar satu rentangan tangan dari monitor.
5. Kaki harus dapat menjejak pada lantai atau pada pijakan kaki yang stabil.
6. Jika menggunakanalat pemegang/penjepit dokumen, tingginya samakan dengan layar monitor.
7. Antara siku dan pergelangan tangan sejajar dan lurus saat menggunakan keyboard / mouse.
8. Lengan dan siku berada dalam posisi santai dekat dengan tubuh Anda.
9. Monitor dan keyboard posisikan di tengah hadapan Anda.
10. Gunakan keyboard yang memiliki bagian pengungkit di bawahnya untuk mengatur posisi.
11. Gunakan alas kerja atau meja yang stabil dan tidak goyah.
12. Sesekali lakukan istirahat pendek dengan berdiri, perenggangan dan melihat arah lain.

12 Tips Berkomputer Sehat diatas mudah-mudahan bermanfaat, selamat berkomputer sehat. Berkomputer sehat baik untuk kondisi tubuh anda dimasa yang akan datang.
,

Selasa, 04 Mei 2010

E - LEARNING


Sekilas perlu kita pahami ulang apa e-Learning itu sebenarnya. E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.

Ada beberapa pengertian berkaitan dengan e-Learning sebagai berikut :

* Pembelajaran jarak jauh.

E-Learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Semarang, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved.

Pembelajar belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah dengan memanfaatkan koneksi jaringan lokal ataupun jaringan Internet ataupun menggunakan media CD/DVD yang telah disiapkan. Materi belajar dikelola oleh sebuah pusat penyedia materi di kampus/universitas, atau perusahaan penyedia content tertentu. Pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat dari mana ia mengakses pelajaran.

* Pembelajaran dengan perangkat komputer

E-Learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam e-Learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi pelajaran dapat diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar.

* Pembelajaran formal vs. informal

E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-Learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-Learning untuk umum. E-Learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).

* Pembelajaran yang ditunjang oleh para ahli di bidang masing-masing.

Walaupun sepertinya e-Learning diberikan hanya melalui perangkat komputer, e-Learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu:

1. Subject Matter Expert (SME) atau nara sumber dari pelatihan yang disampaikan
2. Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-Learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari
3. Graphic Designer (GD), mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari
4. Ahli bidang Learning Management System (LMS). Mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya.

Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh.

E-Learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-Learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait.

Kamis, 04 Maret 2010

Pengaruh Internet, Manfaat Internet Serta Dampak Positif dan Negatif Internet Bagi Penggunanya

Pengaruh Internet – Dengan membaca artikel ini berarti Anda “Dunia Baca Lover” sedang berada didepan layar komputer yang terhubung dengan internet. Tahukan Anda pengaruh Internet, manfaat internet serta dampak positif dan negative internet bagi para penggunanya atau bagi Dunia Baca Lovers. Sebenarnya, berbicara masalah positif dan negative, semua hal apapun pasti ada dampak positif dan negative, ada sebab – ada akibat. Namun semua itu kembali pada para penggunanya, bagaimana mereka memanfaatkannya. Bagi kalangan awam atau orang-orang tua yang hidup di pedasaan, berasumsi dunia internet identik dengan hal-hal yang berbau negative. Sehingga dengan asumsi tersebut mereka para orang tua khususnya melarang anaknya untuk mengakses internet.

Ada kejadian nyata di salah satu kecamatan desa KutuBlog, disitu baru ada yang mendirikan warnet, tidak sampai satu minggu operasi, masyarakat setempat dari kalangan umum dan kiyai melarang warnet tersebut beroperasi alias harus di tutup, karena menurutnya dengan internet nantinya anak-anak dengan mudah dapat melihat hal-hal yang seharusnya tidak boleh dilihat.

Sebenarnya penggunaan internet tidak hanya mempunyai dampak positif, tetapi juga banyak terdapat dampak negative. Internet memberikan manfaat yang begitu besar tetapi di lain pihak internet menjadi suatu media informasi yang tidak mudah untuk di batasi. berbagai macam informasi dalam berbagai bentuk dan tujuan bercampur menjadi satu di mana untuk mengaksesnya hanya perlu satu sentuhan jari saja.

Berbagai informasi dengan mudah didistribusikan kepada pemakai internet. Terlepas dari dampak yang mungkin akan timbul, internet tetap merupakan suatu teknologi baru di bidang komputer dan komunikasi yang mampu memberikan berbagai kemudahan bagi para pemaikainya. Dalam beberapa tahun ke depan dapat di pastikan bahwa internet akan menjadi tulang punggung perkembangan komputer.

Dampak Positif Internet
Internet telah banyak membantu manusia dalam segala aspek kehidupan sehingga internet mempunyai andil penuh dalam kehidupan sosial. Dengan adanya internet apapun dapat kita lakukan baik positif maupun negative.

Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya di seluruh dunia. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.

Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.

Dampak Negatif Internet
1. Cybercrime Adalah kejahatan yang di lakukan seseorang dengan sarana internet di dunia maya yang bersifat.
• Melintasi batas Negara
• Perbuatan dilakukan secara illegal
• Kerugian sangat besar
• Sulit pembuktian secara hukum

Bentuk-bentuk cybercrime sebagai berikut :
Hacking – Usaha memasuki sebuah jaringan dengan maksud mengeksplorasi atupun mencari kelemahan system jaringan.

Cracking – Usaha memasuki secara illegal sebuah jaringan dengan maksud mencuri, mengubah atau menghancurkan file yang di simpan padap jaringan tersebut.

2. Parnografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan parnografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.

3. Violence And Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.

4. Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.

5. Carding
Karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.

6. Perjudian
Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.

7. Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face). Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang). Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut parnografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut.

Manfaat Internet Bagi Remaja
1. Manfaat Umum
Berdasarkan suvey di Amerika Serikat membuktikan jika berselancar di dunia maya, bermain game online, dan bermain situs jejaring sosial justru baik bagi perkembangan remaja. Digital Youth Project yang disponsori MacArthur Foundation selama tiga tahun berhasil membuktikan internet baik bagi perkembangan remaja. Proyek yang dilakukan selama tiga tahun itu melibatkan 800 remaja dan orang tua untuk mengetahui peningkatan kemampuan teknologi remaja. Hal ini juga mematahkan anggapan para orangtua yang menyatakan bermain internet
hanya membuang waktu saja.

2. Manfaat Internet Dalam Pendidikan
Internet merupakan sebuah layanan yang memudahkan kita menambah wawasan, berkomunikasi, dan juga memudahkan kita untuk mencari suatu bahan yang mungkin sulit dicari secara nyata. melalui akses dunia maya internet ini, kita dapat menambah wawasan, berkomunikasi jarak jauh dan juga mencari informasi yang sangat kita butuhkan. Dalam dunia pendidikan internet dapat membantu siswa untuk mengakses berbagai informasi dan ilmu pengetahuan serta sharing riset antarsiswa terutama dengan mereka yang berjauhan tempat tinggalnya.

3. Dampak Negatif
Internet, kata yang tidak asing di telinga setiap orang, terutama para remaja yang senantiasa bergaul dengan mewahnya dunia yang berteknologi, mewah, dan praktis, Internet bisa didapatkan dimanapun kita berada, dengan bermodalkan telepon selular yang memiliki koneksi internet, internet dapat diakses dengan mudahnya melalui telepon selular dimanapun kita berada, atau jika tidak, di setiap sudut kota pasti terdapat sebuah warung yang menjual jasa internet atau yang biasa disebut dengan “warnet”, dengan adanya internet, akses atau jalan terhadap penyampaian informasi-informasi yang ada didunia ini dapat diambil dengan mudahnya seraya membalikkan tangan atau mengejapkan mata, banyak ilmu pengetahuan yang begitu melimpah disana, informasi mengenai apapun dapat kita temukan di jagat internet ini, para remaja tidak luput dengan yang namanya informasi dan ilmu pengetahuan, internet ini adalah media yang paling efektif dan mudah untuk didapatkan dan diakses oleh siapa saja dimanapun, walaupun tak dapat dipungkiri bahwa karena adanya kebebasan ini dapat terjadi pula penyalahgunaan fasilitas internet sebagai sarana untuk kriminalitas atau asusila.

Para pelajar yang baru mengenal internet biasanya menggunakan fasilitas ini untuk mencari hal yang aneh-aneh. Seperti gambar-gambar yang tidak senonoh, atau video-video aneh yang bersifat “asusila” lainnya yang dapat mempengaruhi jiwa dan kepribadian dari siswa itu sendiri, sehingga siswa terpengaruh dan mengganggu konsentrasinya terhadap proses pembelajaran disekolah, namun demikian tidak semua siswa melakukan hal yang demikian, hanya segelintir pelajar yang usil saja yang dapat melakukannya karena kurang memiliki rasa tanggungjawab terhadap diri pribadi dan sekitarnya, namun pada umumnya internet digunakan oleh setiap pelajar untuk mencari atau mendapatkan informasi.

Hal ini dapat menjadi sebuah motivator terhadap pelajar untuk terus berkembang dan juga dapat berfungsi sebagai penghancur (generasi muda), remaja adalah makhluk yang rentan terhadap perubahan disekitarnya, dia akan mengikuti hal yang paling dominan yang berada didekatnya jadi kemungkinan terjadinya perubahan yang drastis dalam masa-masa remaja akan mendorong kearah mana remaja itu akan berjalan, kearah positif atau negative tergantung dari mana di memulai.

Remaja yang kesehariannya bergaul dengan internet akan lebih tanggap terhadap perubahan informasi disekitarnya karena ia terbiasa dan lebih mengetahui tentang informasi-informasi tersebut sehingga dia lebih daripada yang lainnya. Tetapi selain itu, remaja yang memiliki kecenderungan pada hal yang negatif justru sebaliknya, dia akan nampak pasif karena hanya
diperbudak oleh kemudahan dan kayaan informasi dari internet tersebut.

http://duniabaca.com/pengaruh-internet-manfaat-internet-serta-dampak-positif-dan-negatif-internet-bagi-penggunanya.html

Kamis, 07 Januari 2010

PENGAWASAN ORANG TUA KEPADA ANAK YANG MULAI MENYUKAI INTERNET


Setiap orang tua punya tanggung jawab terhadap perkembangan anaknya. Terlebih pada kegiatan sehari - hari termasuk pada saat melakukan aktivitas diinternet. Saat ini internet dapat dengan mudahnya bisa diakses anak-anak kita. Sebagai orang tua disarankan terus memantau setiap kegiatan anak-anaknya ketika berinternet, baik lewat komputer maupun ponsel.

Didalam rumah, orang tua bertanggung jawab penuh atas semua kegiatan anaknya. Untuk itu orang tua mau tidak mau harus memantau kegiatan anak dirumah pada saat berinternet. Tapi tidak mungkin selamanya kita memantau secara terus menerus, karena kesibukan orang tua pada pekerjaannya.

Sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anak pada saat berinternet. Diantaranya :
1. Orang tua harus mengetahui kegiatan apa yang sering dilakukan oleh anaknya, jika kegiatan tersebut berdampak positif. Maka secepatnya berikan pengetahuan terhadap dampak negatif pada kegiatan yang sering dilakukannya.
2. Jika perlu, orang tua terlebih dahulu melakukan eksplorasi diinternet. untuk mengetahui kegiatan positif apa yang bisa dilakukan diinternet sesuai dengan umur anaknya.
3. Jika anak menggunakan internet untuk membuka jejaring sosial, tanyakan kepada anak, dengan siapa saja mereka berkenalan dan apa yang sering dibicarakan di dunia maya.
4. Batasilah anak dalam penggunaan internet ( jam penggunaan maupun website yang digunakan )

Jumat, 07 Agustus 2009

Sekilas Internet Sehat

Teknologi bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, jika digunakan ke arah yang positif, maka hasilnya akan baik. Teknologi memungkinkan anak untuk belajar, bersosialisasi dan berkomunikasi. Di lain sisi, teknologi bisa melukai diri sendiri jika digunakan untuk kepentingan negatif. Tidak sedikit anak yang menjadi korban pelecehan ataupun premanisme di internet.



Sabtu, 04 Oktober 2008

E - BOOK VS BOOK


"Sekarang ini jamannya eBook", begitulah kata yang sering muncul di majalah-majalah komputer, media massa, atau sumber-sumber berita lain. Sebenarnya apa sih eBook itu, dan apa pula keunggulannya sampai-sampai dia begitu beken? Sebenarnya, eBook atau electronic Book adalah bahan bacaan yang dikemas dalam bentuk elektronik dan hanya dapat dibaca lewat perangkat keras tertentu seperti PC, laptop, PDA (personal Digital Assistant), palm PC atau palmtop, atau alat baca (reader) yang memang khusus diciptakan untuk eBook. Bisa dikatakan bahwa eBook adalah perkembangan dari pBook Atau paper Book, bahan bacaan yang dikemas di atas media cetak seperti kertas atau sejenisnya. Beberapa keunggulan eBook (bila dibandingkan dengan pBook) adalah sbb.:
1. Fasilitas pencarian yang oke
Pada eBook pembaca dapat memanfaatkan fasilitas pencarian teks yang dianggap Penting. Fasilitas semacam ini pada pBook biasanya didapat lewat indeks buku. Bedanya pada eBook pencarian dapat dilakukan untuk kata apa saja sepanjang kata tersebut ada dalam buku.
2. Anotasi
Anotasi elektronis pada eBook bisa dilakukan dalam beberapa bentuk: pemberian warna pada teks ttt., pemberian penandaan (bookmark), catatan, dan gambar. Pembaca lalu dapat segera kembali pada halaman-halaman yang diberi anotasi dengan hanya dengan bantuan mouse.
3. Huruf bisa diatur
Besar-kecilnya huruf dalam eBook bisa diatur. Fasilitas ini akan membantu pembaca untuk merasa lebih nyaman dalam membaca karena ukuran huruf bisa disesuaikan dengan daya tangkap mata pembaca.
4. Ada "kamus elektronik"-nya
Menemukan kata bahasa Inggris yang tidak dapat dipahami? Tidak perlu kuatir. kebanyakan eBook dilengkapi dengan kamus elektronik untuk menjawab masalah tersebut.
5. Audio
Bukan hanya teks, sementara eBook dapat juga digunakan untuk memutar materi audio.
6. Ramah Lingkungan
Maksudnya, eBook tidak terlalu banyak memerlukan kertas, dan lebih hemat tinta.

Namun, bukan berarti eBook tidak memiliki kelemahan, ada beberapa hal yang membuat pBook lebih unggul dari pada eBook, antara lain:
1. Melelahkan mata
Tidak semua orang betah berlama-lama menatap layar komputer. Melelahkan, aku sebagian orang, sehingga orang memiliki kecenderungan untuk mencetak eBook di atas kertas untuk dapat membacanya dengan lebih leluasa.
2. Fleksibilitas
Bicara soal fleksibilitas, ternyata pBook jauh lebih fleksibel untuk dibaca pada situasi apa saja, entah dikamar mandi, dalam bus kota, dsb.
3. Harga perangkat reader yang "MAHAL".
Boleh dikatakan kalo teknologi eBook ini tergolong gress, masih baru dan lagi beken. Karena itu, nilai jual perangkat ini masih sangat tinggi (apalagi bagi kocek orang Indonesia), sekitar 300 US dollar!!

Tetapi, sekalipun perangkat readernya cukup mahal, anda masih bisa membaca buku elektronik ini, paling tidak anda bisa "mencicipi" menggunakan eBook, yakni melalui internet. Beberapa perangkat lunak reader bisa di dapat secara gratis lewat internet seperti Microsoft Reader dan Glassbook Reader. eBooknya sendiri juga bisa di dapat secara gratis di Internet. Ada banyak Situs (lihat kolom FOKUS) yang menyediakan eBook untuk di-donwnload tanpa harus bayar dan banyak di antara Situs-situs tersebut yang menyediakan buku-buku klasik yang merupakan karya besar pada zamannya seperti Macbeth, Uncle Tom's Cabin, Alice in Wonderland, dsb...

Rabu, 01 Oktober 2008

PENTINGNYA INTERNET SEHAT


Mungkin internet bagi sebagian orang pasti langsung berfikir negatif, tetapi banyak juga yang berfikir positif. Berarti semua ini tergantung dari segi penggunaannya. Perkembangan teknologi. Internet dapat membuat perubahan besar pada diri kita masing - masing, termasuk pola hidup dan tingkah laku.

Dengan menggunakan internet secara sehat kita akan mendapatkan banyak sekali manfaat di dalamnya. Dengan adanya internet dapat memungkinkan terjadinya komunikasi dan pengambilan file secara cepat antara satu pihak dengan pihak lainnya tanpa mengenal batas dan waktu seperti mendownload suatu file gambar, musik, video, film, dan lain sebagainya. Melalui internet juga bisa digunakan untuk menterjemahkan suatu teks yang berbahasa asing, jadi kita tidak direpotkan lagi oleh kendala bahasa asing yang tidak kita mengerti. Salah satu yang menyediakan fasilitas ini adalah google translate. Selain itu internet juga dapat digunakan sebagai sarana untuk berinvestasi, media promosi yang digunakan untuk mengiklankan dan menampilkan produk-produk dari suatu perusahaan.

Namun selain manfaat yang besar dalam internet terdapat hal-hal yang negatif pula yang diakibatkan oleh penyalahgunaan penggunaan internet seperti: penyebaran hal-hal yang berbau porno, penipuan dan lain sebagainya. Salah satu dampak yang timbul dari penyalahgunaan internet ini adalah timbulnya degradasi moral generasi penerus bangsa. Hal ini disebabkan karena internet menawarkan kemudahan dan kebebasan dalam mengakses informasi dari seluruh dunia mulai dari ilmu pengetahuan, cerita pribadi hingga hal-hal yang berbau pornografi maupun kekerasan.

Agar kita dapat terhindar dari hal-hal yang bersifat negatif dalam penggunaan internet, kita dapat menerapkan penggunaan internet sehat. Internet sehat merupakan segala hal yang berkaitan dalam penggunaan akses mengakses internet yang memiliki nilai positif bagi para pengguna internet.

Untuk menghindari dan mengurangi dampak negatif dari penyalahgunaan internet kita dapat menggunakan beberapa tips untuk melakukan internet sehat seperti di bawah ini:
1. Menghindari hal-hal yang berbau porno atau sara.
2. Jangan mudah percaya terhadap orang yang baru dikenal dari internet.
3. Jangan mudah percaya untuk membeli suatu produk di internet karena banyak kasus penipuan dari iklan-iklan penjualan.
4. Jangan pernah memberikan informasi pribadi kita terhadap pihak-pihak tertentu di internet.
5. Atur waktu dalam penggunaan internet, jangan sampai kita lupa waktu karena terlalu lama berinternet.
6. Gunakan sofware pemercepat yan meningkatkan kinerja web browser anda.
7. Hati-hati dan waspada terhadap email yang tidak anda ketahui yang meminta anda untuk meng-update password anda.
8. Selalu scan dahulu jika anda akan membuka file yang anda download atau file yang anda dapatkan dari email yang tidak dikenal.

Dengan adanya tips tersebut kita dapat merasakan manfaat dari internet sehat tersebut seperti terhindar dari penipuan, terhindar dari penculikan, dapat mencegah datangnya virus komputer yang masuk, dapat terhindar dari aktivitas hacker dan cracker serta hal-hal yang berbau porno dan sara. Informasi yang ada di internet sangat beragam. Kita harus menyesuaikan isi yang ada di internet dengan norma-norma budaya bangsa kita agar kita tidak kehilangan jati diri bangsa. Mari dukung dan galakkan penggunaan internet sehat untuk masa depan generasi bangsa.

Senin, 24 Maret 2008

PERAN AKTIF "GURU" TERHADAP PERILAKU SISWA DI DUNIA MAYA (INTERNET)


Santernya berita mengenai bahaya penggunaan situs jejaring sosial seperti Facebook / Twitter akhir-akhir ini, membuat kita berfikir perlunya peran aktif seluruh masyarakat khususnya dibidang pendidikan yaitu Guru untuk berperan aktif melindungi anak didik dalam pergaulan di dunia maya.

Anak remaja khususnya, memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar dan mereka akan berusaha untuk mencari hingga tujuannya tercapai. Yang perlu kita sadari adalah anak-anak akan selalu memiliki akses ke internet, seberapapun kita berusaha mencegah dan mengendalikan mereka. Berbagai cara dilakukan anak - anak untuk bisa menggunakan internet, diantaranya dari mulai komputer LAB sekolah, perpustakaan, komputer teman, warnet hingga HP.

Biasanya untuk melindungi anak didik saya khususnya SMA 2 Kudus, saya melakukan hal - hal sebagai berikut.

A. Diluar sekolah
1. Setiap saya Online, biasanya saya membuka jejaring sosial facebook. Disitu saya melihat pemberitahuan / laporan - laporan kegiatan friend list saya. Jika saya menemui anak didik saya khususnya yang berperilaku melebihi batas kewajaran, maka biasanya akan saya tegur melalui online atau memanggilnya waktu disekolah. ( untuk menegur, gunakanlah bahasa yang halus tapi berwibawa ).
2. Saya sebagai guru, harus mampu memberikan contoh yang positif bagi anak didik. entah pada saat di dunia maya maupun di kehidupan sehari - hari ( cara berpakaian hingga tingkah laku ).

B. Didalam sekolah
1. Melakukan dialog secara terbuka dengan anak-anak mengenai dampak negatif yang di internet.
2. Pada komputer LAB, say menggunakan "remote pc cleint" untuk bisa mengecek aktivitas siswa pada saat menggunakan komputer yang terhubung dengan internet.
3. Melakukan pemblokiran kegiatan - kegiatan siswa dalam berinternet yang tidak ada hubungannya pada pelajaran yang sedang berlangsung.
4. Pastikan kita sebagai Guru memiliki aturan yang jelas mengenai kapan siswa bisa online, situs-situs apa saja yang bisa mereka kunjungi dan berapa lama mereka boleh online. Pastikan anak-anak Anda mengerti semua aturan ini.

Senin, 14 Januari 2008

PENGARUH SISTEM PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA TERHADAP PENYERAPAN MATERI OLEH PESERTA DIDIK


Latar Belakang

Sistem pendidikan dewasa ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya berbagai cara yang digunakan dalam proses belajar mengajar untuk penyampaian materi pada murid .Dengan harapan pengajaran yang disampaikan lebih berkesan dan kegiatan pembelajaran yang dilakuan murid lebih bermakna. Akhir-akhir ini dalam proses belajar mengajar telah banyak yang menggunakan teknologi infomasi dan telekomunikasi,hal ini diharapkan dapat memajukan mutu pendidikan seiring dengan kemajuan teknologi.

Perkembangan teknologi multimedia membuka potensi besar dalam perubahan cara belajar, cara memperoleh informasi dan sebagainya. Dengan perkembangan multimedia ini juga membuka peluang bagi para pendididik untuk mengembangkan sistem pembelajaran supaya menghasilkan hasil yang optimal. Demikian pula bagi peserta didik,dengan multimedia diharapkan mereka akan lebih mudah menentukan dengan cara apa dan bagaimana menyerap informasi yang disampaikan secara cepat dan efisien. Sumber informsi dan ilmu yang mereka peroleh tidak lagi hanya terpaku pada buku tetapi lebih luas dan beraneka ragam. Apalagi dengan adanya jaringan internet yang akan membuat kemudahan dalam memperoleh informasi yang diperlukan.


Proses belajar mengajar (PBM) seringkali dihadapkan pada materi yang abstrak dan di luar pengalaman siswa seharihari, sehingga materi tersebut menjadi sulit diajarkan guru dan sulit dipahami siswa. Visualisasi adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjelaskan sesuatu yang abstrak. Gambar dua dimensi atau model tiga dimensi adalah visualisasi yang sering dilakukan dalam PBM. Pada era informatika visualisasi berkembang dalam bentuk gambar bergerak (animasi) yang dapat ditambahkan suara (audio). Sajian audio visual atau lebih dikenal dengan sebutan multimedia menjadikan visualisasi lebih menarik. Dalam hal ini komputer dengan dukungan multimedia dapat menyajikan sebuah tampilan berupa teks yang tidak monoton dan lebih menarik yang lebih interaktif. Tampilan tersebut akan membuat pengguna lebih leluasa memilih, menyaring, dan memahami pengetahuan yang ingin diketahuinya. Hasilnya komputer dapat mengatasi siswa yang lamban menerima pelajaran, karena komputer tidak pernah bosan, sangat sabar dalam menjalankan instruksi, seperti yang diinginkan. Sebuah pepatah menyebutkan I hear I forget,I see I Know, I do I Understand.

Penelitian De Porter mengungkapkan manusia dapat menyerap suatu materi sebanyak 70% dari apa yang dikerjakan, 50% dari apa yang didengar dan dilihat (audio visual),sedangkan dari yang dilihat saja hanya 30%, dari yang didengar saja hanya 20%, dan dari yang dibaca hanya 10%. Berdasarkan ini semua, maka kegiatan hands on (praktik secara langsung) dalam PBM harus tetap diutamakan. Kadang kala PBM dihadapkan pada materi yang tidak dapat dilakukan secara hands on. Misalnya suatu percobaan membutuhkan waktu lama, sedangkan waktu PBM terbatas atau benda sebenarnya sulit untuk diperlihatkan dan dieksplorasi oleh siswa. Pada saat seperti inilah diperlukan alat bantu pengajaran, salah satunya adalah pembelajaran berbasis ICT (komputer multimedia).

Tujuan

  1. Menjelaskan tentang sistem pembelajaran berbasis multimedia.
  2. Mendeskripsikan pengaruh sistem pembelajaran berbasis multimedia terhadap penyerapan materi oleh peserta didik.
  3. Menjelaskan media yang dapat digunakan untuk sistem pembelajaran berbasis multmedia.

Sistem Pembelajaran Multimedia

Penggunaan komputer multimedia dalam proses pengajaran dan pembelajaran mempunyai tujuan meningkatkan mutu pengajaran dan pembelajaran. Teknologi multimedia mampu memberi kontribusi yang besar dalam bidang komunikasi dan pendidikan karena bisa mengintegrasikan teks, grafik, animasi, audio dan video. Multimedia mampu mengembangkan proses pengajaran dan pembelajaran ke arah yang lebih dinamik. Pada masa kini, guru dituntut untuk dapat menguasai teknologi ini agar dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan interaktif. Suasana pengajaran dan pembelajaran yang interaktif ini lebih menggalakkan komunikasi aktif antara berbagai hal.

Dengan semakin berkembangnya teknologi multimedia sekarang ini, memungkinkan unsur-unsur video,bunyi, teks dan grafik dapat dikemas menjadi satu melalui Pembelajaran Berbasis Komputer (PBK).

Syarat Yang Harus Dipenuhi Dalam Multimedia Pendidikan

· Pengoperasian yang mudah dan familier (user frendly)

· Mudah untuk install ke komputer yang akan digunakan oleh pengguna

· Media pembelajaran yang interaktif dan komunikatif

· Sistem pembelajaran yang mandiri. Artinya siswa dapat belajar dengan mandiri baik disekolah maupun dirumah tanpa harus ada bimbingan dari guru Sedapat mungkin dengan biaya yang ringan dan terjangkau

Selain itu, dengan adanya internet dewasa ini juga memberikan kontribusi yang besar dalam dunia pendidikan. Melalui internet siswa dapat memperoleh berbagai informasi yang menunjang kegiatan belajarnya. Di samping itu, dengan internet juga dapat membantu guru untuk dapat mengembangkan metode pengajarannya agar menjadi lebih menarik dan komunikatif.

Dengan kata lain, sistem pembelajaran yang dilakukan tidak hanya monoton mengacu pada buku. Belajar dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dengan internet juga informasi yang dibutuhkan dapat segera diperoleh. Sehingga belajar menjadi menarik dan mempunyai cakupan yang lebih luas.

Harga komputer yang semakin menurun memungkinkan komputer digunakan secara lebih meluas terutama dalam bidang pendidikan. Dan yang penting bagaimana media baru dapat digunakan secara efektif untuk memberikan ide-ide baru dalam memperkaya metode proses pembelajaran. Teknologi informasi bersifat dinamik dan sentiasa berkembang dengan pesatnya. Multimedia juga adalah satu contoh teknologi yang sedang berkembang.

Untuk itu perlu ditingkatkannya juga kemampuan pendidik dalam menggunakan multimedia ini,sehingga terjadi keseimbangan antara perkembangan teknologi yang dibarengi dengan perkembangan pendidikan yang memanfaatkan multimedia ini.

Pengaruh Sistem Pembelajaran Multimedia terhadap Penyerapan Materi oleh Peserta Didik

Sistem pembelajaran multimedia yang menggabungkan unsur video, bunyi, teks dan grafik memiliki potensi tersendiri untuk menarik perhatian peserta didik. Pengajaran yang interaktif dapat memicu siswa menjadi lebih bersemangat memerhatikan apa yang disampaikan guru.

Dengan cara pengajaran seperti ini, siswa menjadi tidak mudah bosan dihadapkan hanya pada buku teks. Konsep pembelajaran sendiri dapat dilaksanakan bila informasi tersebut menarik dan memotivasikan pelajar untuk terus belajar. Ini dapat dicapai jika materi atau informasi diolah dengan baik menggunakan multimedia.

Suasana pengajaran dan pembelajaran yang interaktif akan menggalakkan komunikasi berbagai hal ( pelajar-guru, pelajar-pelajar, pelajar-komputer ). Sehingga dapat menciptakan komunikasi yang aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Gabungan berbagai media yang memanfaatkan sepenuhnya indra penglihatan dan pendengaran mampu menarik minat belajar.

Penelitian De Porter mengungkapkan manusia dapat menyerap suatu materi sebanyak 70% dari apa yang dikerjakan, 50% dari apa yang didengar dan dilihat (audio visual),sedangkan dari yang dilihat saja hanya 30%, dari yang didengar saja hanya 20%, dan dari yang dibaca hanya 10%. Dengan dasar itu, dapat dikatakan bahwa praktik secara langsung, membuat siswa lebih dapat menyerap apa yang diajarkan. Namun, terkadang praktik secara langsung menemukan beberapa kendala, seperti waktu praktik yang terlalu lama atau sulitnya menemukan bahan-baham praktik. Disinilah peran multimedia dapat dimanfaatkan. Melalui sistem pembelajaran multimedia siswa diajak seolah-olah melakukan praktik yang sebenarnya. Sehingga siswa dapat memahami materi tersebut.

Namun yang lebih utama ialah pencapaian objektif pengajaran dan pembelajaran dengan berkesan. Harus diingat bahwa teknologi multimedia hanya bertindak sebagai pelengkap, tambahan atau alat bantu kepada guru. Multimedia tidak akan mengambil alih tempat dan tugas guru. Guru harus tetap melaksanakan tugasnya untuk mendidik. Multimedia adalah sebagai saluran pilihan dalam menyampaikan informasi dengan cara yang lebih berkesan.

Dengan menggunakan sistem pembelajaran multimedia dapat menciptakan suasana belajar yang lebih inovatif dan interaktif . Pengajar akan selalu dituntut untuk kreatif inovatif dalam mencari terobosan pembelajaran. Pengajar dituntut untuk terus mengembangkan metode-metode pengajaran yang baru dan lebih menarik yang mampu memicu motivasi belajar siswa dan mudah diserap siswa .

Kemampuaan multimedia mengabungkan antara text, gambar, audio , musik, animasi gambar atau vidio dalam satu kesatuan mampu mendukung tercapainya tujuan pembelajaran . Sehingga mampu menimbulkan rasa senang selama proses belajar mengajar (PBM) berlangsung. Hal ini akan menambah motivasi siswa selama proses belajar mengajar yang menyebabkan penyerapan pada materi menjadi lebih optimal.

Dengan multimedia ini pula guru menjadi mampu memvisualisasikan materi yang selama ini sulit untuk diterangkan hanya sekedar dengan penjelasan atau alat peraga yang konvensional,sehingga siswa mampu memahami materi tersebut.

Media Sistem Pembelajaran Berbasis Multimedia

Beberapa media yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran multimedia ini yakni melalui media audio,slide suara,video,multimedia interaktif maupun e-learning. Tentunya masing-masing media tersebut mempunyai kelemahan dan kekurangan masing-masing.

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan masing-masing media tersebut :

· Audio

Kelebihan menggunakan audio ini yakni siswa menjadi lebih imajinatif. Media ini sangat tepat digunakan untuk materi musik dan bahasa. Contohnya adalah radio dan kaset.

Namun kelemahannya, media ini merupakan media yang jalur komunikasinya hanya satu arah dan bersifat auditif , sehingga membutuhkan konsentrasi dalam pendengaran. Selain itu, pad kaset tidak tahan lama (mudah rusak)

· Slide suara

Kelebihannya slide suara di bawah kontrol guru ,dapat digunakan untuk menyampaikan berbagai materi pembelajaran,Tahan lama (awet) dan Penyimpanannya mudah. Namun gambar yang lepas menjadikannya mudah hilang dan hanya menyajikan gambar diam.Memerlukan ruangan yang gelap, sehingga tidak ada aktifitas lain ,memerlukan peralatan proyektor slide dan kaset player yang harga peralatannya mahal dan suku cadangnya pun semakin susah didapatkan.

· Multimedia

Bersifat interaktif dan fleksibel,memberikan umpan balik pada siswa dan kemudahan mengontrol karena kontrol ada pada pengguna.

Kelemahannya hanya akan berfungsi untuk hal-hal sebagaimana yang telah diprogramkan, memerlukan peralatan (komputer) multimedia, perlu persyaratan minimal prosesor, memori kartu grafis dan monitor , perlu kemampuan pengoperasian, untuk itu perlu ditambahkan petunjuk pemanfaatan, pengembangannya memerlukan adanya tim yang professional, pengembangannya memerlukan waktu yang cukup lama .

· E-learning

Perkembangan Teknologi Informasi (TI) sudah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pada bidang Pendidikan, dampak yang muncul ialah kegiatan belajar dan mengajar yang dikenal dengan konsep e-Learning.

Aplikasi ini memungkinkan siswa untuk masuk kedalam “ruang kelas” digital untuk mengakses materi-materi pembelajaran. Dengan menggunakan metode ini, kita dapat membuat materi pembelajaran, kuis, jurnal elektronik dan lain-lain.

Beberapa hal gambaran dan kelebihan tentang sistem pembelajaran ini, yaitu :

· 100% cocok untuk kelas online dan sama baiknya dengan belajar tambahan yang langsung berhadapan dengan dosen/guru.

· Sederhana, ringan, efisien, dan menggunakan teknologi sederhana.

· Mudah di Install pada banyak program yang bisa mendukung PHP. Hanya membutuhkan satu database.

· Menampilkan penjelasan dari pelajaran yang ada dan pelajaran tersebut dapat dibagi kedalam beberapa kategori.

Simpulan

  1. Sistem pembelajaran multimedia merupakan teknologi yang melibatkan teks, gambar, suara, dan video yang diintegrasikan dalam penyajian materi yang diajarkan pada siswa.
  2. Dengan menggunakan sistem pembelajaran berbasis multimedia dapat menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan dan interaktif sehingga dapat menambah motivasi siswa selama proses belajar mengajar berlangsung yang dapat mendorong penyerapan materi menjadi lebih optimal.
  3. Media yang dapat digunakan dalam sistem pembelajaran berbasis multimedia ini adalah audio, slide suara, multimedia dan e-learning.

Daftar Pustaka

Kadir,Abdul. 2005. Pengenalan Teknologi Informasi. Yogyakarta :Penerbit Andi.

Saroso,Siswo. 2008. Upaya Pengembangan Pendidikan Melalui Pembelajaran Berbasis Multimedia. www. pintar-board.blogspot.com, diunduh ,13 September 2008.